Manajemen Kontijensi : 573 Pasien OTG warga Solo Menjalani Perawatan OTG Terpusat di 5 Tempat, Hari ini 76 Pasien OTG Dievakuasi ke Tempat Isolasi OTG Terpusat di Kota Solo

 

Tribratanews.surakarta.jateng.polri.go.id,Surakarta-Tim Satgas Evakuasi Kota Surakarta yang dipimpin langsung Kapolresta Surakarta bersama Tim Satgas Penanganan Covid Kecamatan, hari ini kembali mengevakuasi 76 warga Kota Surakarta yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dari 5 Kecamatan, yaitu : Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari dan Serengan, ke tempat isolasi dan perawatan OTG Terpusat di Solo Techno Park, SDN Cemara 2 Kecamatan Banjarsari, SMPN 8 Kecamatan Jebres kota Surakarta dan SMPN 25 Kecamatan Laweyan dengan menggunakan armada Bus milik Polresta Surakarta, Den C Sat Brimobda Jateng, Satbrimobda Jateng, Dishub Kota Surakarta serta mobil Ambulance Puskesmas di Kota Surakarta, Jumat (09/07/2021).

Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi mengatakan mulai pagi hingga malam hari ini, Polresta Surakarta bersama dengan Kodim 0735/ Surakarta dan Pemerintah kota Surakarta yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 kota Surakarta kembali melakukan langkah- langkah manajemen kontijensi dalam menyikapi angka kasus aktif yang masih fluktuatif, sekaligus angka penularan (positive rate) yang cukup tinggi saat ini di Kota Surakarta, yang salah satunya adalah dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang terkonfirmasi Covid 19 dan berstatus OTG yang saat ini masih melaksanakan isoman di rumah, untuk dipindahkan atau dievakuasi ke tempat isolasi dan perawatan terpusat OTG di Solo Techno Park, SMPN 8 Kecamatan Jebres, SDN Cemara 2 Kecamatan Banjarsari dan SMPN 25 Kecamatan Laweyan. Selain itu juga turut dievakuasi pasien covid-19 bergejala ringan sebanyak 10 orang dari Kecamatan Pasar Kliwon ke tempat Isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan Boyolali.

“Ini merupakan strategi untuk memisahkan warga yang positif / reaktif Covid 19 dengan warga yang sehat di pemukiman, sehingga penularannya atau penyebarannnya bisa dicegah dan tidak meluas, disamping itu juga untuk lebih mengefektifkan treatment yang diberikan terhadap pasien OTG maupun yang bergejala ringan,” ucap Kombes.Pol. Ade Safri.

Kapolresta Surakarta menambahkan Pemerintah kota Surakarta telah menyiapkan 8 tempat isolasi dan perawatan OTG terpusat dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 1.035 tempat tidur. Adapun beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh pasien OTG saat menjalani perawatan di tempat isolasi/ perawatan terpusat tersebut adalah pasien OTG akan mendapatkan asupan makanan yang bergizi selama pelaksanaan perawatan/ isolasi, diberikan vitamin dan obat obatan utk imunitas , serta mendapatkan asistensi dan pengawasan dari tenaga kesehatan, yang kesemuanya itu akan berkontribusi positif terhadap akselerasi kesembuhan pasien OTG.

” Dan yang lebih utama adalah untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 oleh pasien OTG ini,” ungkap Kapolresta.

“Isolasi mandiri yang selama ini dilakukan dirumah oleh pasien OTG sangat tidak efektif, dimana fungsi pengawasan tidak optimal dilakukan, pasien OTG tidak disiplin melaksanakan isoman, pergi kemana- mana berinteraksi dengan orang lain karena merasa dirinya tidak bergejala yang pada akhirnya menyebarkan virus Covid 19 ke orang lain, dan tidak jarang pasien OTG yang isoman di rumah justru kondisinya semakin memburuk karena SOP isoman tidak dipatuhi,” ujarnya.

” Selain pasien OTG yang akan dievakuasi ke tempat isolasi OTG terpusat agar efektif treatmentnya, Pemkot Surakarta juga telah menyiapkan kembali beberapa tempat isolasi dan perawatan terpusat lainnya untuk pasien bergejala ringan di RS Bung Karno Kota Surakarta, selain AHD Boyolali maupun Rumkit Lapangan TNI di Benteng Vastenberg, ” pungkas Kapolresta.