Penandatanganan Fakta Integritas dan pengambilan sumpah panitia, orang tua dan peserta seleksi Pabanrim Terpadu Bintara Polri Ta 2020 Polresta Surakarta

 

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Surakarta-Peserta calon penerimaan bintara Polri mengikuti penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan Bintara Polri tahun 2020, Rabu (19/8/2020) di Aula Mapolresta Surakarta.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri peserta terbatas karena panitia menerapkan protokol kesehatan.

Untuk calon bintara Polri hanya dihadirkan tujuh orang dari total 108 orang yang telah mendaftarkan diri di Polresta Surakarta.

Mereka menjadi perwakilan melakukan penandatanganan fakta integritas dan pengambilan sumpah yang langsung didampingi orang tua wali dari calon peserta perwakilan beragama Islam dan Kristen.

Kegiatan ini dipimpin Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi,SIK.MH.MSI. selaku Wakil Ketua Pembantu Penerimaan Polri (Panbanrim) Polresta Surakarta didampingi Kabag Sumba Kompol Sis Raniwati,SH.MH selaku Sekretaris Panbanrim Polresta Surakarta.
Selain itu juga dihadirkan pengawas internal Sipropam dan Siwas Polresta Surakarta serta pengawas eksternal dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil kota Surakarta.

Setelah menjalani prosesi penandatanganan fakta integritas dan pengambilan sumpah maka pendaftar calon bintara selanjutnya akan mulai menjalani tahapan seleksi.

Dari 108 orang tersebut, yang untuk Bintara Polisi Tugas Umum sebanyak 93 orang, terdiri dari 76 laki-laki dan 17 perempuan, Ba Rek Pro : 2 orang,Ba TI : 5 orang,Ba Penerbang : 2 orang, Ba Agama : 1 orang,Ba Olahraga : 1 orang,Ba Musik : 2 orang dan Ba Tataboga : 2 orang

Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SH.MSI,melalui Wakapolresta berharap, agar peserta yang mendaftar bintara Polri tahun 2020 sejumlah 108 orang dapat lulus dan lulus semua.

“Selama mengikuti tahapan seleksi jaga kesehatan, rajin belajar, siapkan mental dan fisiknya serta berdo’a kepada Allah SWT dan jangan melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” katanya.

Kapolresta melalui Wakapolresta juga mengingatkan orang tua wali calon peserta bintara Polri agar tidak mudah percaya kepada siapapun yang dapat melancarkan ataupun meloloskan anaknya atau biasa disebut calo.