Polresta Surakarta Terjunkan Tim Pengurai Kerumunan Dalam Pelaksanaan Tahap Pungut Suara di Pilkada Kota Solo Tahun 2020

 

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Surakarta-Dalam rangka memberikan rasa Aman dan Nyaman serta menjamin protokol kesehatan covid-19 diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan Tahap Pemungutan Suara di Pilkada Tahun 2020 di Kota Solo pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, baik di lingkungan sekitar TPS maupun di ruang ruang Publik Kota Surakarta guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, Polresta Surakarta membuat terobosan dengan membentuk *Tim Pengurai Kerumunan (TPK)*, Sabtu (05/12/2020).

Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, Polresta Surakarta membuat terobosan dengan membentuk Tim Pengurai Kerumunan yang akan dioperasionalkan dalam tahap pungut suara di TPS pada tanggal 9 Desember 2020.

“Kita akan bentuk 5 (lima) tim pengurai kerumunan, dimana masing- masing tim akan mengcover setiap kecamatan di Kota Surakarta, dimana tiap-tiap tim akan dipimpin oleh Ka tim berpangkat perwira yang diambil dari masing – masing polsek. Tugas tim ini adalah memonitor secara mobilling adanya kerumunan yang terjadi selama tahapan pungut suara berlangsung, baik di lingkungan sekitar TPS maupun di ruang-ruang publik kota Surakarta dan apabila ditemukan adanya kerumunan, maka tugas Tim ini adalah membubarkan atau mengurai kerumunan tersebut, karena kerumunan massa sangat rentan terhadap penyebaran virus covid-19 secara masif. Tim ini merupakan Tim Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan Satpol PP,” ucap Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi .

“Tim pengurai kerumunan ini, selain mobilling di wilkum polsek masing- masing untuk buru dan urai serta bubarkan kerumunan yang terjadi, juga bisa dipanggil oleh petugas pam TPS, apabila di TPS ada kerumunan sehingga personil petugas pam TPS tetap fokus pada tugasnya di TPS, sedangkan untuk kerumunan yang terjadi akan dibubarkan atau diurai oleh tim pengurai kerumuanan,” tegas Kapolresta Surakarta.

Selain menjaga TPS, Personil pengamanan TPS juga diharapkan untuk aktif memberikan himbauan jika terjadi kerumunan untuk bubar, namun jika tidak mau bubar maka petugas pam TPS bisa memanggil Tim pengurai kerumunan untuk datang ke lingkungan TPS untuk urai dan bubarkan kerumunan yang terjadi.

Jika ada yg melawan petugas ataupun perintah serta himbauan petugas untuk membubarkan diri, akan dilaksanakan penegakan hukum secara tegas merujuk pada Undang – undang kekarantinaan kesehatan dan Undang – Undang wabah penyakit menular.

“Kita berharap dalam satu visi yang sama untuk sama- sama dan bekerjasama dalam mewujudkan Pilkada solo sebagai role model kepatuhan dalam penerapan prokes di pelaksanaan Pilkada serentak ini dan sekaligus bersama-sama serta bekerjasama dalam mewujudkan Pilkada Solo yang aman, damai, sejuk dan tentunya harus sehat,” pungkas Kapolresta Surakarta.