Rentan Penyebaran Covid 19 Kapolresta Surakarta Bubarkan Demo Tanpa Pemberitahuan

 

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Surakarta-Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona/ Covid 19, sore tadi Sabtu (21/11/2020) Jajaran Kepolisian resor kota Surakarta membubarkan aksi demonstrasi penolakan kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang dilakukan Aliansi Warga Solo di Kawasan Gladak Jalan Slamet Riyadi kota Surakarta.

Pembubaran aksi unjuk rasa tersebut Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.SIk.MSi langsung turun kelapangan yang didampingi oleh Kasat Sabhara Kompol Sutoyo,S,Sos, Kasat Intelkam Kompol Phungky Mahendra,SH.SIK.MIK, Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito,SIk serta Kasat Binmas AKP Febriyani Aer,SIK.MH.

Selain itu Polresta Surakarta juga menurunkan ratusan personil gabungan dari Sat Brimob Polda Jateng, Dalmas Polda Jateng ,Dalmas Polresta Surakarta dan gabungan dari Reskrim,Intelkam, Resnarkoba, Lantas, Polsek Pasar Kliwon untuk membubarkan aksi tersebut.

Yang mana sebelum dibubarkan Kasat Binmas AKP Febriyani Aer,SIK.MH sudah memberikan sosialisasi atau himbauan dengan menggunakan pengeras suara dari Mobil Penling supaya massa membubarkan diri, namun massa tidak mengindahkan himbauan tersebut.

Untuk itu Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak, SIk. MSi langsung mendatangi peserta aksi dan memanggil koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut.

Kapolresta Surakarta menegaskan kepada Korlap aksi BRM. Kusumo Putro,SH.MH bahwa “sekarang ini di tengah pandemi Covid 19, kerumunan massa sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19 secara masif. Saya perintahkan untuk massa aksi agar segera membubarkan diri, apabila tidak maka aksi ini akan kita bubarkan paksa”.

Namun Kusumo Putro meminta ijin waktu untuk membacakan pernyataan sikap saja kepada Kapolresta dan Kapolresta memberikan waktu satu menit saja.

Satu menit! Atau kita bubarkan paksa,” tegas kapolresta.

Selanjutnya Kusumo membacakan pernyataan sikap sebanyak tiga butir yang diikuti ratusan peserta unjuk rasa.

Setelah itu, peserta aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Kapolresta Surakarta didepan awak media mengatakan, bahwa pihak Kepolisian yakni Polresta Surakarta tidak mendapatkan pemberitahuan terkait dengan penyelenggaraan kegiatan aksi Unras tersebut.

Selain itu, Kapolresta Surakarta juga menambahkan bahwa, “salah satu tugas TNI dan Polri untuk menekan tingginya angka penyebaran virus Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya adalah dengan cara mencegah agar kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi ini, seperti yang dilakukan oleh Aliansi Warga Solo kali ini”.