Sat Reskrim Polresta Surakarta Ungkap Prostitusi Online di Bawah Umur

 

Tribratanews.surakarta.jateng.polri.go.id,Surakarta-Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta berhasil mengungkap praktek prostitusi online dibawah umur dengan tersangka tiga orang.

Kapolresta Surakarta Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSI mengatakan penangkapan ketiga pelaku prostitusi online dibawah umur tersebut terjadi pada hari Sabtu (06/03/2021) sekira pukul 13.00 Wib di Hotel wilayah Gilingan kecamatan Banjarsari kota Surakarta.

“Adapun ketiga tersangka tersebut yakni Langit (33 Tahun), Wes (21 Tahun) dan Dah (20 Tahun), ketiga tersangka tersebut berbeda – beda perannya. Sedangkan sebagai korban anak dibawah umur tersebut inisial ND (15 Tahun), D (16 Tahun) dan R (16 Tahun),” ucap Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi.

Kapolresta Surakarta menjelaskan sebagai modus yang dilakukan para tersangka dengan cara melakukan eksploitasi secara ekonomi dan / atau seksual terhadap anak bernama ND dan D serta R dengan cara menawarkan keduanya kepada orang yang mencari Open BO melalui Social Media, adapun akun yang digunakan adalah milik TSK Langit adalah (KUNTHULL BAE).

“Kemudian saat ada yang cari Open BO, lalu TSK Langit komen di kolom komentar, sambil dituliskan Nomer Whats App miliknya, jika ada yang tertarik akan menghubungi TSK Langit melalui Whats App, selanjutnya terjadi komunikasi dengan orang yang mencari BO tentang orang yang dicari, kemudian TSK Langit mengirim Foto ND dan D serta R, dengan tarif yang ditawarkan masing – masing Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dan nantinya jika ND dan D selesai melayani tamu, akan mendapat komisi sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah),” imbuh Kapolresta Surakarta.

“Bahwa untuk korban ND sudah dicarikan tamu BO oleh TSK Langit sebanyak 7 kali, korban D sudah dicarikan tamu BO oleh TSK Langit sebanyak 3 kali dan korban R sudah dicarikan tamu BO oleh TSK Langit sebanyak 2 kali,” ungkapnya.

Kapolresta Surakarta membeberkan peran dari masing – masing tersangka yakni Tersangka Langit perannya adalah Orang yang menawarkan korban kepada orang yang mencari Open BO melalui Sosial Media sedangkan tersangka Wes dan Dah sebagai pengantar korban menuju hotel wilayah Gilingan.

“Dan Barang Bukti yang berhasil kita amankan adalah Uang sebesar Rp. 1.080.000,- (satu juta delapan puluh ribu rupiah) disita dari Tersangka Wes, Satu Unit Handpone Redmi 4A disita dari Korban ND, Satu Unit Handpone Oppo disita dari Tersangka Langit, Satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna ungu No. Pol.: AD 6022 QS disita dari Wes, Satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih No. Pol.: AD 4266 AEF disita dari Dah dan Tas berisi Kondom disita dari Korban ND dan D,” ujar Kapolresta Surakarta.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku akan dijerat dengan Pasal 76 I Juncto Pasal 88 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang berbunyi “ Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak , dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) “

dan/ atau Pasal 45 ayat 1 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang berbunyi “ Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah),” pungkas Kapolresta Surakarta