Sedang Nunggu Tamu di Kamar Hotel, 4 PSK Digaruk! Tim Sparta Polresta Surakarta

 

Tribratanews.surakarta.jateng.polri.go.id,Surakarta-Dalam rangka menciptakan kota Solo bebas pekat, Tim Sparta Polresta Surakarta yang dipimpin langsung oleh Wakapolresta Surakarta AKBP Deny Heryanto,SIK.MSi kembali mengamankan empat orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kamar Hotel S dan Hotel GS wilayah kota Surakarta, Senin (08/03/2021).

Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi melalui Wakapolresta Surakarta AKBP Deny Heryanto,SIK.MSi mengatakan bahwa pada hari Minggu (07/03/2021) sekira pukul 09.00 Wib Tim Sparta Polresta Surakarta kembali mengamankan empat orang pekerja Seks Komersial di kamar hotel wilayah kota Surakarta.

“Yang mana penangkapan para PSK tersebut sewaktu Tim Sparta Polresta Surakarta mendapatkan informasi dari masyarakat melalui Call Center Tim Sparta Polresta Surakarta 0811-2957-110 bahwasanya ada praktek prostitusi di sebuah hotel S dan GS wilayah kota Surakarta, mendapatkan informasi tersebut Tim Sparta bersama dengan saya langsung menindaklanjuti informasi tersebut,” ucap AKBP Deny.

” Dan memang benar dilokasi Hotel tersebut ada 4 orang PSK yang sedang menunggu tamunya kemudian kita amankan keempat PSK tersebut berikut barang buktinya,” imbuhnya.

Wakapolresta Surakarta menjelaskan keempat PSK tersebut dengan inisial PM (24 Tahun), WP ( 33 Tahun) , NS (31 Tahun ) dan VNO ( 28 Tahun) beserta barang bukti dari inisial PM uang tunai sejumlah Rp. 650.000,- , 53 buah alat pengaman Sutera, 2 buah HP dan 1 box kartu perdana, untuk inisial WP dengan barang bukti 20 buah alat pengamanan sutera, 5 buah Hansaplas dan 1 buah HP, dan untuk inisial NS dengan barang bukti 1 buah tas berisi alat – alat make up, 1 buah HP dan 1 buah SPM Beat warna merah sedangkan untuk PSK inisial VNO dengan barang bukti 1 buah KTP, 1 buah tas, 1 buah HP, uang sejumlah Rp. 1 juta rupiah dan 10 buah alat pengaman sutera.

” Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat wanita PSK tersebut kita bawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan pendataan dan pemberkasan Tipiring dan selanjutnya kita kirim ke Panti Pelayanan Sosial Wanita di Laweyan untuk dilakukan rehabilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi berharap setelah dilakukan rehabilitasi di Panti Pelayanan Sosial Wanita di Laweyan para PSK tersebut tidak kembali lagi turun ke jalan untuk melakukan praktek prostitusi.

“Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Operasi Pekat dengan sasaran Miras, judi dan praktek Prostitusi merupakan program unggulan Polresta Surakarta dalam rangka mewujudkan kota Solo Bebas Pekat dan ini menjadi suatu konsistensi bagi Polresta Surakarta untuk terus melakukan operasi Pekat ini baik pagi, siang, sore maupun malam guna mewujudkan kota Solo yang aman, nyaman , damai dan sehat,” tegas Kapolresta Surakarta.