Selama Tahun 2020 Tingkat Kejahatan di Kota Surakarta Mengalami Penurunan

 

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Surakarta-Selama tahun 2020 tingkat kejahatan di wilayah hukum Polresta Surakarta mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini disampaikan Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi didepan awak media pagi tadi disaat Konferensi Pers akhir tahun 2020 di Mapolresta Surakarta, Rabu (30/12/2020).

Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi menyampaikan selama tahun 2020 angka kriminalitas di wilayah Polresta Surakarta mengalami penurunan 79 Kasus yakni Jumlah kejahatan 2019 sebanyak 786 Kasus sedangkan tahun 2020 sebanyak 707 kasus dengan prosentase 10,05 %.

“Data tindak pidana tertinggi selama tahun 2020 adalah Narkoba Lapor 137 Kasus selesai 128 kasus dengan prosentase 93,43 %, Pencurian Biasa Lapor 122 Kasus selesai 67 kasus dengan prosentase 54,92 %, Penipuan Lapor 103 Kasus selesai 47 Kasus dengan prosentase 45,63 %, Curat Lapor 63 Kasus selesai 51 kasus dengan prosentase 80,95 % sedangkanCuranmor Lapor 62 Kasus selesai 17 kasus dengan prosentase 27,42 % ,” ucap Kapolresta.

“Sedangkan Upaya Harkamtibmas yang telah kita lakukan selama tahun 2020 yakni Patroli Skala besar gabungan TNI Polri, Razia Knalpot Brong,Tiada Hari Tanpa Razia ( THTR), Razia tempat hiburan malam, Solo bebas pekat dengan menggelar KRYD sasaran Pekat ,” imbuh Kombes.Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi.

Kapolresta Surakarta menambahkan untuk upaya penegakkan Inpres No 06 tahun 2020 Gakkum untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 antara lain Pendisiplinan masyarakat terhadap kepatuhan menjalankan protokol Covid 19 ( Sat Binmas, Bhabinkamtibmas ,patroli Polresta dan Polsek),Ops Yustisi Gakkum Perwalkot no 24 tahun 2020 dan pembubaran kerumunan massa.

Selama tahun 2020 tindak pidana tertinggi yakni Narkoba Lapor 137 Kasus selesai 128 kasus dengan prosentase 93,43 %, Pencurian Biasa Lapor 122 Kasus selesai 67 kasus dengan prosentase 54,92 %, Penipuan Lapor 103 Kasus selesai 47 Kasus dengan prosentase 45,63 %, Curat Lapor 63 Kasus selesai 51 kasus dengan prosentase 80,95 % dan Curanmor Lapor 62 Kasus selesai 17 kasus dengan prosentase 27,42 %.

Kemudian untuk kasus Narkoba selama setahun jumlah Laporan Polisi sebanyak 137 LP dengan jumlah tersangka sebanyak 167 orang tersangka serta dengan klasifikasi tersangka Pengedar sebanyak 37 Orang, Kurir sebanyak 39 orang sedangkan pengguna sebanyak 91 orang.

Selanjutnya untuk Anev Kamseltibcarlantas dari tahun 2019 dibanding tahun 2020 sebagai berikut untuk Laka Lantas adalah Kejadian tahun 2019 sebanyak 1.059 kejadian dengan korban MD sebanyak 58 orang, Luka berat sebanyak 1 orang dan Luka ringan 1.139 orang dengan kerugian sebanyak Rp. 522.500.000,- sedangkan Kejadian tahun 2020 mengalami penurunan dengan rincian sebanyak 809 kejadian, korban MD sebanyak 46 orang, Luka berat sebanyak nihil dan Luka ringan 845 orang dengan kerugian sebanyak Rp. 289.600.000,-

Data Penindakan pelanggaran lalulintas tahun 2020 yakni Tilang 19.520 , teguran 26.492 serta Denda sebanyak Rp. 1.206.998.000,- dengan penindakan knalpot brong sebanyak 186 buah knalpot brong.

Untuk himbauan Protokol kesehatan selama tahun 2020 sebanyak 2.223 himbauan serta Operasi Yustisi masker sebanyak 8.143 kegiatan dengan sasaran orang sebanyak 20.887 orang.

Sedangkan untuk Pekat selama tahun 2020 sebanyak 186 orang dengan rincian Pemabuk 24 orang, Jual Miras 67 orang, Judi 41 orang, Juru parkir liar 52 orang dan Kenakalan remaja 2 orang.

“Prestasi Polresta Surakarta selama tahun 2020 sebagai berikut Inovasi layanan SIM dan SKCK Drivethru dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Penyelenggara pelayan publik kategori “BAIK” dari Universitas UNIBA Surakarta, Kuasa pengguna anggaran Polresta Surakarta sebagai peraih peringkat pertama penilaian kinerja pelaksanaan anggaran kategori pagu diatas 100 milyar rupiah dari KPPN Kota Surakarta serta Rangking 1 hasil penilaian Quickwins B-12 tahun 2020 tingkat Polres Jajaran Polda Jateng ,” pungkas Kapolresta Surakarta.